By | Maret 25, 2020

Kalkulator kehamilan merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk dapat mengetahui waktu persalinan. Dimana tanggal persalinan sendiri juga akan lebih memudahkan untuk ibu hamil bersiap secara mental untuk melalui proses yang penting yaitu proses kelahiran bayi setelah mengandung. Sedangkan untuk pasangan juga perlu untuk memenuhi persiapan lainnya seperti menyiapkan nama anak, kamar anak, pakaian anak, dan berbagai kebutuhan anak lainnya sebelum ia lahir. Oleh karena itulah kalkulator untuk menentukan kehamilan dan juga kelahiran tersebut sangat penting bagi pasangan.

Kehamilan sendiri pada umumnya mempunyai waktu dari 37 hingga 42 minggu untuk ibu hamil dan mempunyai waktu rata-rata sekitar 280 hari. Sehingga waktu kehamilan pada umumnya berlaku hingga 40 minggu apabila dihitung dari hari pertama menstruasi wanita yang terakhir. Sehingga mengetahui waktu terakhir mengalami menstruasi atau dikenal dengan hari pertama haid terakhir (HPHT) yang merupakan hari pertama siklus menstruasi. Dalam waktu tersebut pada umumnya akan terjadi pembuahan sehingga hal tersebut juga penting untuk menentukan awal kehamilan. Adapun untuk penghitungan yang bisa dilakukan adalah dengan menghitung waktu dua minggu sejak HPHT. Ketika waktu perhitungan usia kehamilan dimulai maka janin akan berusia empat minggu dan untuk masa kehamilan adalah enam minggu. Bagi Anda yang masih bingung mengenai cara perhitungan kehamilan, Anda sendiri bisa menggunakan dua cara yang bisa digunakan yaitu Rumus Naegele dan Rumus Parikh.

Untuk rumah pertama adalah rumus Naegele yang merupakan rumus dari penemunya yaitu Franz Karl Naegele. Rumus ini dahulu digunakan oleh dokter kandungan yang berasal dari Jerman pada abad 19. Adalah untuk menentukan rumus kehamilan dengan cara ini adalah menghitung HPL atau Hari Perkiraan Lahir yang hitungannya dimulai berdasarkan hari pertama haid terakhir yang didapatkan. Sehingga untuk rumus yang bisa didapatkan adalah sebagai berikut ini:

  1. Rumus pertama adalah menggunakan tahun tetap, bulan ditambah 9, dan hari ditambah 7. Seperti misalnya apabila HPHT ada di bulan Januari hingga Maret maka untuk HPHT tersebut adalah akhir januari. Dengan rumus seperti yang telah disebutkan maka nantinya untuk perkiraan kelahiran adalah pada akhir oktober untuk tahun yang sama.
  2. Rumus kedua adalah apabila tahun bertambah 1, maka untuk bulan dikurangi 3,dan harinya ditambah 7. Seperti misalnya apabila HPHT terjadi pada bulan April sampai Desember, maka untuk perkiraan hari pertama haid terakhirnya adalah awal Mei dan melahirkannya pada bulan awal Februari.

Sedangkan untuk rumus kedua disebut dengan rumus Parikh yang menghitungnya dari waktu ovulasi. Rumus ini bisa digunakan karena rumus yang pertama yaitu Naegele mempunyai kelemahan karena banyak wanita yang tidak mengalami siklus haid tepat waktu. Oleh karena itulah menggunakan rumus Parikh yang menghitungnya dari saat ovulasi dengan lama siklus menstruasi dikurangi 14 hari.

Sehingga untuk rumus Parikh adalah menggunakan hari perkiraan kelahiran dengan HPHT ditambah dengan 9 bulan dan ditambah lagi dengan lama menstruasi yang dikurangi 21 hari. Sehingga misalnya terjadi HPHT pada awal Januari dengan menggunakan siklus menstruasi 28 hari, maka untuk rumus Parikhnya adalah persalinan akan terjadi pada pertengahan Oktober. Dua rumus ini yaitu Parikh dan Naegele dapat dijadikan sebagai rumus untuk kalkulator kehamilan. Akan tetapi untuk lebih jelasnya ibu hamil juga bisa memeriksakan ke dokter sehingga dapat mengetahui waktu persalinan dan juga mendapatkan arahan untuk proses kehamilan yang lebih sehat.