By | September 29, 2019

31 pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua, dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata. Salah satu pekerja diyakini memfoto pada ketika program ulang tahun OPM atau Operasi Papua Merdeka. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi menyatakan jikalau kelompok tersebut mempunyai senjata ilegal, dengan standar militer bahkan serupa dengan NATO atau . The North Atlantic Treaty Organization.

“Dari data laporan intelijen yang kita terima, mereka mempunyai senjata api. Senjata standar militer. Jumlahnya puluhan, standar militer, standar NATO,” kata Aidi dilansir dari CNNIndonesia.

Aidi juga menyatakan cara pihak KKB mendapat senjata berstandar militer tersebut karena Egianus Kogoya, pimpinan KKB merampas senjata milik anggota TNI-Polri dan pasokan dari luar negeri secara ilegal. Meskipun begitu Aidi menunjukkan menginformasikan tidak mempunyai catatan rencana seputar senjata yang dimiliki kelompok ini.

Sebagian senjata api itu diambil dari hasil rampasan terhadap TNI-Polri di pos-pos penjagaan. Sebagian juga yang selama ini berhasil kita sita senjatanya ada yang indeks Tentara Nasional Indonesia dan Polri, ada juga yang bukan indeks TNI/Polri artinya berasal dari luar negeri,” kata dia.

Adi pun tidak sanggup memastikan bahwa negara mana yang dicurigai menunjukkan suplai senjata ke tangan kelompok Egianus. Ia hanya menyampaikan senjata-senjata yang dimiliki kelompok tersebut kebanyakan buatan pabrik senjata dari negara Prancis, Rusia dan Amerika Serikat.