By | September 5, 2019

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat, yang semula berada di level Rp 15.000 kini berada di posisi Rp 14.246. Menurut Presiden Jokowi, nilai tukar rupiah menguat alasannya kembalinya pedoman modal gila ke Indonesia. Para Investor mulai berdatangan kembali sekaligus percaya terhadap kondisi perekonomian RI.

“Apa yang ingin kita berdiri ya trust, kepercayaan. Kita berdiri fiskal dan moneter dengan sangat hati-hati. Saya dengar capital inflow-nya sudah kembali masuk,” ungkapnya dikutip dari Kompas.

Di sisi lain pertumbuhan ekonomi masih berada di atas 5%, kemudian laju inflasi diprediksi tahun ini sekitar 3,2% dan defisit APBN hanya 1,8%. Kestabilan ekonomi terjadi meskipun terjadi kondisi mendasar secara global masih tidak pasti.

Pengelolaan fiskal kita yang sangat prudent, sangat hati-hati dan itu untuk menambah keyakinan internasional kepada kita,” tambahnya.

Apabila Indonesia kembali menerima keyakinan investor asing. Jokowi mengiyakan jikalau rupiah akan menguat. Meskipun pmerintah tidak ingin penguatan rupiah yang terlalu kuat. Karena menjaga momentum pendorongan ekspor.

Ya jangan kaget jikalau nanti dolar (AS) turun terus. Enggak tau hingga berapa. Tapi kita juga tidak ingin dolar turun drastis, alasannya kita masih ingin manfaat dari ekspor kita,” ucapnya.