By | Agustus 18, 2019

Beberapa waktu belakangan, sosial media sedang ramai memperbincangkan masalah kawin cerai pasangan artis yang terlihat harmonis. Terlebih lagi, sang pasangan artis ini dikaruniai anak wanita yang menggemaskan. Sebagaimana sosial media bekerja. Imbas dari masalah perceraian otomatis membicarakan alasannya yaitu cerai dan akhir cerai, yang dalam masalah ini para netizen mencemaskan kondisi sang anak. Alhasil, hashtag #saveanu atau #saveani pun berseliweran secara masif, karena para netizen mencemaskan kondisi sang anak di usia yang masih terbilang belia untuk menghadapi duduk masalah keluarga macam. Tentu semakin menambah rasa kekhawatiran.

Setiap pasangan memang mempunyai opsi untuk bertahan atau berpisah. Bertahannya seorang pasangan tentu patut diacungi jempol alasannya yaitu sudah berhasil melewati segala terpaan topan yang mencoba meruntuhkan pondasi rumah tangga. Setuju bung? Apalagi bila bertahan hampir setengah abad! mengambarkan bila usaha cinta orang tersebut sudah sangat matang. Pas sekali bila kami mencolek Luhut Binsar Pandjaitan bila gitu, seorang mantan jenderal yang kini terjun di dunia politik. Luhut telah merayakan ulang tahun ijab kabul ke-47 pada 27 November kemudian bersama sang istri, Devi Pandjaitan br Simatupang.

Kisah-nya dalam membangun cinta hingga dengan detik ini, coba disebarluaskan oleh Luhut lewat akun Facebook. Perihal Luhut menulis kisahnya, bukan karena ingin menanggapi infotainment yang sedang berapi-api. Karena secara jujur ia tidak mengikuti hal tersebut, tetapi ia mendengar sekelibat celotehan dari staf kerjanya yang representatif dari generasi millenial. Staf dari luhut kemudian bertanya, “Pak, kok bisa menikah hingga 47 tahun. Nggak bosan apa?”, lewat pertanyaan tersebut dan dengan kondisi setengah dipaksa. Mantan jenderal Tentara Nasional Indonesia pun menceritakan sekaligus memperlihatkan pesan untuk membangun cinta ibarat dirinya.

Membangun Waktu Berkualitas Tak Memandang Usia, Karena Cinta Abadi dan Patut Disirami

 sosial media sedang ramai memperbincangkan masalah kawin cerai pasangan artis yang terlihat Pesan Cinta dari Pak Jenderal Kepada Generasi Millenial yang Sedang Diteror Kawin Cerai

“Sampai usia saya yang sudah 71 tahun ini, saya masih melakukannya. Di hari Sabtu dan Minggu saya musti cari salah satu restoran untuk makan berdua bersama istri. Ya tentu tempat dan menunya harus ‘canggih’ untuk istri saya tercinta,” tulisnya akun di facebook.

Merangkai moment harus tetap terbangun meskipun di usia ijab kabul yang sudah menghabiskan bertahun-tahun. Seperti yang dilakukan Luhut. Rangkaian kisah yang romantis harus tetap hadir setiap hari, tanpa ada yang dikurang-kurangi. Itu menjadi kunci bagi Luhut, ibarat yang bung lihat, hingga di usia ijab kabul yang sudah mau setengah abad, mereka masih bersama, suka cita dan saling mencintai. Bahkan untuk membangun nuansa itu tetap hidup, ia menyempatkan di hari kerja.”

Di hari kerja pun kadang saya suka menyelinap rahasia keluar kantor untuk makan berdua dengan istri di jam makan siang. Misalnya ibarat pada ketika foto ini diambil 27 November lalu. Kami merayakan ulang tahun ijab kabul di sebuah rumah makan. Dan harus diagendakan khusus, karena jajaran di kantor atau rapat-rapat penting selalu siap menemani makan siang saya di kantor setiap hari kerja,” celotehnya kala mengenang ulang tahun pernikahan.

Tidak Pernah Absen Memberikan Kabar Di Mana pun Bung Berada

 sosial media sedang ramai memperbincangkan masalah kawin cerai pasangan artis yang terlihat Pesan Cinta dari Pak Jenderal Kepada Generasi Millenial yang Sedang Diteror Kawin Cerai

Memberikan kabar guna memastikan bahwa bung baik-baik saja, yaitu kunci kedua bagi luhut kenapa ia dan istri tak pernah berselisih. Meskipun ia menyatakan sang istri tak membalas pesan, yang penting istri selalu tahu ia sedang berada di mana.

Intinya yaitu komunikasi tak boleh terputus dan harus berjalan. Romantisnya sebelum Luhut menikah di tahun 1970-an, ia bertukar pesan dengan sepucuk surat yang dikirim dengan Helikopter TNI. Luhut ketika itu bertugas di tempat perbatasan Kalimantan-Malaysia. Saking rindunya ia bahkan sering menulis surat, yang semula dijadwalkan setiap minggu. Toh namanya rindu, siapa yang bisa membendung kan bung?

Saya mengalami masa-masa itu, di mana harus bertugas di tempat operasi contohnya ibarat di Desa Nanga Kantuk Kalimantan Barat, atau Kecamatan Paloh yang berbatasan pribadi dengan Sarawak. Waktu itu jaringan telepon saja belum tersedia. Maka, surat cintalah yang menjadi andalan,” ungkap Luhut.

Laki-Laki Dapat Berkomitmen Kalau Ia Mau

 sosial media sedang ramai memperbincangkan masalah kawin cerai pasangan artis yang terlihat Pesan Cinta dari Pak Jenderal Kepada Generasi Millenial yang Sedang Diteror Kawin Cerai

Orang bilang laki-laki pada dasarnya sulit menjaga kesetiaan. Tidak salah. Tapi pengalaman hidup mengajarkan pada saya bahwa seorang laki-laki bisa berguru untuk berkomitmen, bila ia mau,” celoteh Luhut.

Diakuinya bila laki-laki memang sukar mengenal kata setia. Namun bukan berarti tidak bisa. Luhut membuktikan lewat perjalanan hidupnya, bahwa janji bisa dibuat dan diciptakan lewat kesungguh-sungguhan. Alasan ruhut sesungguhnya cukup memenggal hati yang mendengar.

Sebagai seorang prajurit yang mengabdi kepada negara, tentu tak gampang bagi Devi Pandjaitan sebagai istri, sering ditinggal kiprah operasi ke luar daerah. Devi sebagai wanita yang manis dan pintar, rela mengobarkan impian pribadinya demi membangun keluarga. Anak-anak dan cucu pun tumbuh dengan baik. Luhut merasa mempunyai hutang kepada sang istri, tentu tak ada yang senilai untuk membayarkan usaha Devi selain menjaga komitmen.

Hutang itu saya bayar hingga kini dengan berusaha menjadi seorang suami yang berguru menjaga komitmen. Tentu saya tidak sempurna, tapi sebagai laki-laki saya tahu kapan harus memimpin, kapan harus memperhatikan, kapan harus diam, mengalah, dan mendengar,” ucapnya dengan tangguh.

Biarkan Waktu yang Menguji Seberapa Kuat Cinta Bung dan Nona

 sosial media sedang ramai memperbincangkan masalah kawin cerai pasangan artis yang terlihat Pesan Cinta dari Pak Jenderal Kepada Generasi Millenial yang Sedang Diteror Kawin Cerai

Menjaga ijab kabul selalu ada tantangan, melihat betapa setia dan padunya Luhut dengan istri kesudahannya memancing pertanyaan salah seorang staf di kantornya. Luhut hanya menjawab bila tips ia lakukan sesungguhnya yaitu belajar. Belajar menjaga pikiran, berguru menjaga hati sekaligus doa setiap hari. Menurutnya, hanya itu yang bisa dilakukan untuk menciptakan usia ijab kabul panjang.

Kami tidak pernah meminta supaya dijadikan pasangan yang selalu se-iya sekata, karena itu tidak mungkin. Yang paling mungkin dilakukan dua manusia yaitu membiarkan waktu yang menguji apakah masing-masing bisa menjaga egonya atas nama cinta,” tulisnya.

Selipkan Doa Untuk Diberikan Kekuatan Menjaga Asmara Tetap Membara dan Terjaga

 sosial media sedang ramai memperbincangkan masalah kawin cerai pasangan artis yang terlihat Pesan Cinta dari Pak Jenderal Kepada Generasi Millenial yang Sedang Diteror Kawin Cerai

Tidak perlu doa yang panjang-panjang. Doa kami saja setiap pagi hanya, “Tuhan berikan kami kekuatan berdua supaya tetap bisa hidup baik dan damai, merawat belum dewasa kami merawat perkawinan kami.” ungkapnya.

Doa yaitu sakral. Segala sesuatu niscaya bisa dilakukan apa saja bagi Sang Pencipta. Baginya, doa untuk keutuhan keluarga tak perlu panjang. Langsung saja kepada intinya, bahwa diberikan kekuatan untuk merawat perkawinan sudah lebih dari cukup.