By | Agustus 12, 2019

Memaknai sebuah kalimat tidak hanya didapuk sebagai pengertian belaka, sanggup mengaplikasikan hingga menuangkan dalam suatu media, termasuk dalam pemaknaan. Salah satunya memaknai kata Off the Wall yang kerap tersirat di dalam sebuah merek sepatu yang digemari anak muda hingga orang dewasa, yakni Vans.

Muhammad Faizal Ramadhan atau @fura26_, merupakan artis kustomisasi asal Surakarta yang gres menapaki usia kepala dua, yakni 21 tahun. Pada program House of Vans yang dihelat di Livespace, SCBD, Jakarta pada Jumat, 30 November 2018 lalu. Faizal berkesempatan mengisi program Shoe Customization Workshop, ia membimbing beberapa penerima untuk memoles tinta hingga menggambar di media sepatu buatan negeri paman sam ini.

Memaknai sebuah kalimat tidak hanya didapuk sebagai pengertian belaka Memaknai “Off the Wall” Sebagai Gairah dan Mimpi

Faizal merupakan final Vans Asia Custom Culture 2018 dari Indonesia. Ia berkesempatan mengadu bakatnya dengan ke-10 seniman kustom dari 11 negara di Asia pada September kemudian di Guangzhou, China loh bung. Meskipun tidak menang, tetapi perjalanan cowok ini sanggup hingga menjadi wakil Indonesia cukup panjang. Di mana Faizal berhasil mengalahkan 2000 kandidat dari Indonesia sebelum ia terpilih menjadi representasi Indonesia. Saat di China, ia pun membeberkan sedikit filosofis apa yang terkandung dari sepatu ubahannya.

Pada awal perlombaan di China, Kami (para kontestan Vans Asia Custom Culture 2018) ditantang untuk membawa nama konsep Vans Off the Wall. Dari Konsep itu aku kembangin ke past and future. Saya menceritakan awal terbentuknya Vans, dari masa di mana sepatu ini gulung tikar hingga bangun lagi! ya, sanggup dibilang aku membahas ihwal sejarah sepatu ini,” ungkapnya.

Kalimat Off the Wall dimaknai sebagai gairah dan mimpi, dideskripsikan dengan gambar burung Elang di sepatu ubahannya. Kenapa elang? alasannya yakni Faizal membayangkan ihwal sesuatu yang sanggup terbang tinggi dan tak terbatas. Selain itu tak lupa sentuhan khas dari sepatu Vans, yakni motif papan catur. Membuat sepatu vans yang dikustomnya pun sarat makna, tentunya sanggup mewakili konsep dari Past and Future, yang diusungnya.

Memaknai sebuah kalimat tidak hanya didapuk sebagai pengertian belaka Memaknai “Off the Wall” Sebagai Gairah dan Mimpi

Gairah Faizal dalam menekuni dunia kustom tidak muncul secara tiba-tiba. Tetapi ini dimulai lewat hobinya yang sangat gemar untuk menggambar.  Di mana ia pernah menggunakan tas dan koper sebagai media imajinasinya hingga berakhir kepada sepatu, yang ia fikir media sepatu sangat menantang untuk dikerjakan.

Saya awalanya menekuni hobi ini pada tahun 2014 ketika aku masih duduk di kursi SMA. Pada mulanya aku memang suka gambar. Kemudian ingin mencoba media gres hingga ujung-ujungnya berakhir kepada sepatu. Bentuknya yang lebih kecil, detail dan menantang, menciptakan aku tertarik untuk menuangkan tinta aku di sana,” celoteh seniman kustom asal Surakarta ini.

Meskipun di usia yang terbilang muda, namun ia telah menjajaki hal yang panjang dan berada di jalur yang benar sebagai seniman kustom. Terbukti dikala menjadi pembimbing Shoe Customization Workshop, di mana ia dengan teliti menawarkan isyarat kepada para penerima yang sedang bereksplorasi. Meskipun ia menatakan jikalau mereka yang turut serta di program tersebut sudah terbilang piawai.

Rasanya pertama kali ngasih workshop, nggak nyangka jikalau antusias temen-temen banyak juga. Selain itu teman-teman yang ikut juga udah pada ahli semua haha jadi tinggal di asah dikit lagi saja,” ceritanya dikala menawarkan workshop yang terjalin dua sesi tersebut.

Memaknai sebuah kalimat tidak hanya didapuk sebagai pengertian belaka Memaknai “Off the Wall” Sebagai Gairah dan Mimpi

Keseruan dan antusias dari program ini, membuatnya mencicipi keseruan yang tak disangka. Alhasil ia pun mengharapkan program bertajuk House of Vans ini tetap selalu ada di tahun-tahun berikutnya.

Acara ini keren sih! gres pertama juga dan antusias masyarakat pun banyak! gua berharap akan ada lagi sih program ini kedepannya.  Kalau sanggup ngundang Steve Van Doren haha,” pungkasnya.