By | Agustus 6, 2019

Belakangan ini warta wacana bandit pengaturan skor yang terjadi di sepakbola sedang ramai diperbicangkan banyak sekali kalangan, mulai dari masyarakat hingga petinggi federasi sepakbola Indonesia. Sampai-sampai Yuu Hyunkoo pun buka bunyi terkait kasus ini. Saat itu ia pernah ditawari uang sebesar Rp 400 juta oleh oknum yang ingin merekayasa skor pertandingan.

Pertama kali kasih uang ke saya 400 juta, tapi beliau mau kasih bagi pemain lain. Kamu mau pemain siapa-siapa apakah kiper, pemain belakang. Saya bilang saya ga mau. Tapi beliau bilang ada mau ketemu saya. saya ga mau. Karena saya mau pemain bola bukan saya pemain mafia,” ungkapnya dilansir BolaSport.com

Sebagai pesepakbola yang jujur dan kapten dari suatu tim, Yuu Hyunkoo secara gamblang menyampaikan tidak ingin menikmati uang dari bandit tersebut. Secara jujur, ia mengaku kerap menerima bahaya dan tekanan dari oknum tersebut. Mafia pengaturan skor dalam sepakbola memang mengerikan, dua sahabat dari kapten Sriwijaya FC ini hingga bunuh diri alasannya yaitu tak berpengaruh kerap ditekan.

“Terjadi pernah 3 tahun kemudian terjadi ibarat itu. Teman-teman saya banyak yang dimasuki ibarat itu, dua sahabat saya bunuh diri alasannya yaitu ada hukum ibarat itu,” tuturnya.

Nama Yuu Hyunkoo dikala ini dianggap sosok yang bertanggung jawab alasannya yaitu menciptakan Sriwijaya FC terserok ke posisi buncit klasemen, pasalnya ada dugaan pemain ini terlibat dalam pengaturan skor. Meskipun ia eksklusif membantah dengan mengutarakan eksklusif kepada manajer Sriwijaya FC.