By | Juli 25, 2019

Pelaksanaan reuni agresi 212 di monas di Jakarta, Minggu kemarin meninggalkan banyak cerita. Salah satu ceritanya yaitu ihwal beberapa penerima yang mengalami kesurupan. Hal ini disampaikan pribadi oleh Ketua Tim Medis Reuni Akbar Mujahid 212 dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dr Sholeh Aseegaf. Menurutnya ada dua faktor yang mengakibatkan penerima kesurupan, yakni fisik dan psikis.

Semula kemunculan tim medis pada aktivitas tersebut bergotong-royong untuk menyiapkan petugas khusus untuk menunjukkan derma awal kepada massa yang mengalami kelainan jantung. Tetapi nihil yang mengeluh soal penyakit tersebut malah yang muncul beberapa penerima yang kesurupan.

Di tenda yang wanita tadi ada 10 yang kesurupan, di kawasan lainnya ada 45 orang tadi,” ujar dr. Sholeh ketika dikutip dari Republika.

Seperti sebelumnya dijelaskan, dua faktor yang mengakibatkan kesurupan yakni fisik dan psikis. Untuk yang terakhir pihak medis tidak bisa mengobati secara cepat alasannya yaitu membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, petugas medis banyak membantu jamaah yang kelelahan. Sedangkan yang sakit serius akan dirujuk ke rumah sakit sekitar Monas,seperti RS Budi Kemuliaan, RS Gatot Subroto, RS Harapan Kita, dan RSCM.

Ada banyak yang dirujuk tadi. Ada yang jatuh dari motor alasannya yaitu kakinya terkilir. Tapi untuk yang sakit lebih parah belum koordinasi alasannya yaitu kita ini ada yang hambat kerja kita. HP kita enggak main. Saya enggak tahu makhluk apa yang blokir. Pokoknya kita diganggu,” jelasnya.