By | April 26, 2019

“Berhati-hatilah, alasannya yakni saya selalu menunggu di rumah” menjadi ungkapan yang romantis sekaligus yang keinginan pasangan, keselamatanmu yakni bab dari ketenangan hidup pasangan.

Si nona, tentu tak mau tiba-tiba rumahnya diketuk polisi yang menawarkan kabar tidak mengenakkan (dibaca : kecelakaan) menyerupai dalam sinema elektronik di kebanyakan televisi terestial. Meskipun itu setinggan, tetap saja kalau ada polisi tiba ke rumah dan mengetuk pintu dengan sopan, menciptakan si nona terbayang ke hal yang tidak mengenakkan menyerupai di sinema elektronik.

 menjadi ungkapan yang romantis sekaligus yang keinginan pasangan Dibalik Ungkapan Si Nona : Berhati-hatilah di Jalan, Aku Selalu Menunggu di Rumah

Toh bung pun tahu, kalau fenomena kecelakaan selalu menjadi momok bagi setiap orang yang berpergian.Setiap hari semua insan berpergian untuk beraktivitas, dari yang menggunakan angkutan umum, kendaraan beroda empat hingga dengan motor.

Roda dua, jadi pilihan primer alasannya yakni sanggup nyelip dan ekonomis biaya dibanding mobil. Tapi apakah bung tahu kalau angka kecelakaan tidak pernah turun secara signifikan? di tahun ini saja, Data Kepolisian Indonesia mencatat ada 98.419 kali kecelakaan kemudian lintas yang tercatat, jenis kendaraan yang paling banyak terlibat yakni sepeda motor.

Mungkin data itulah yang selalu menciptakan si nona memperingatkan bung untuk berhati-hati di jalan. Karena keselamatanmu selalu menjadi ancaman ketika di jalan raya. Tetapi di kurun canggih menyerupai sekarang, barang tentu motor tidak hanya di desain demi memuaskan pelanggan, yang membagi kategori dari desain, keamanan hingga fitur yang menunjang.

Akan tetapi fitur keselamatan tak luput untuk ditingkatkan. Seperti halnya penggunaan rem ABS  (Anti-Lock Braking System) pada roda dua. Keunggulan rem ini lebih dari rem jenis cakram dan secara keselamatan sanggup menjamin pengendara.

Dibanding Cakram, ABS Jauh Lebih Menjamin Keselamatan Karena Cara Kerja Pengereman

Ada satu alasan kenapa Anti-Lock Braking System (ABS) dikatakan canggih, alasannya yakni pada umumnya kinerja rem ABS dikontrol oleh komputer. Lewat komputer, rem diperintahkan untuk berulang kali menjepit cakram setidaknya 15 kali dalam satu detik.

Dengan sistem perintah menyerupai itu, diyakini sanggup menghindarkan motor dari kecelakaan. Karena rem biasa yang menjepit cakram secara dadakan sanggup menghadirkan imbas kejut atau menghentakkan motor hingga menciptakan pengendara terjatuh.

Kecanggihan Teknologi Rem ABS Membuatnya Efektif Untuk Menekan Angka Kecelakaan

Fitur keselamatan macam teknologi pengereman ABS mulai disematkan di aneka macam sepeda motor dan juga mobil. Saking canggihnya bung, teknologi ini hingga diklaim efektif untuk menekan angka kecelakaan. Riset yang dilakukan perusahaan bidang teknik dan elektronik, Bosch yang berkerjasama dengan Universitas Indonesia menunjukan, apabila semua sepeda motor di Indonesia dilengkapi dengan ABS, 27% total jumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor sanggup dihindari!

Lewat riset ini juga mengungkapkan kalau 72% kecelakaan di Indonesia melibatkan sepeda motor. Makara terbukti kan? kalau teknologi ABS memang memperhitungkan keselamatan.

Pengereman dengan ABS Jauh Lebih Stabil

Apabila berbicara lebih mendalam wacana pengereman ABS, kestabilan roda dua dalam melaksanakan rem dengan ABS jauh lebih stabil loh. Dengan alasan alasannya yakni ketika motor sedang melaku kencang gaya sentrifugal yang dihasilkan semakin besar, menciptakan kendaraan tetap berjalan meskipun rodanya sudah berhentik.

Apalagi kalau dilakukan dalam kondisi licin atau basah, yang tentu saja membahayakan! pengendara sanggup hilang kendali kendati meliuk-liuk sanggup terjadi apabila motor non ABS.

Sebaliknya, kalau menggunakan teknologi ABS sanggup menciptakan suplay rem hidrolik yang menuju ke piston rem bekerja secara perlahan, tanpa eksklusif mencengkram roda dan menciptakan roda eksklusif berhentik. Sehingga pengereman lebih stabil dan tak ada bencana motor meliuk-liuk menyerupai pengereman non ABS.

Pemerintah pun Mulai Memikirkan Regulasi Penggunaan Teknologi ABS Diwajibkan

Karena secara riset membuktikan sanggup menekan angka kecelakaan menyerupai dilansir oleh Bosch. Muncul pula regulasi yang secara gencar yang memberlakukan teknolgi rem ABS, dengan beberapa kajian yang dilakukan pemerintah. Di Uni Eropa saja bung, sudah semenjak 2016 para produsen motor 125 cc diwajibkan menggunakan ABS.

Regulasi serupa berlaku di India pada awal tahun 2018, Jepang memualinya pada Oktober 2018. Negara lain yang menyusul di tahun depan ada Taiwan dan Australia. Di Indonesia sendiri masih sedang mengkaji, tetapi apabila melihat beberapa hal nampaknya tidak usang lagi sanggup berlaku di tanah air.

Saatnya Beralih ke Motor Canggih yang Dilengkapi Fitur ABS!

 menjadi ungkapan yang romantis sekaligus yang keinginan pasangan Dibalik Ungkapan Si Nona : Berhati-hatilah di Jalan, Aku Selalu Menunggu di Rumah

Dengan menyimak beberapa keunggulan ABS terutama dari segi menjaga keselamatan bung selama berkendara. Masa iya bung masih mewaspadai kecanggihannya? toh data pun sudah terpapar secara gamblang, jadi apabila bung sayang dengan si nona dan peduli akan keselamatan diri.

Motor berfitur ABS layaknya sudah kau tunggangi dan kau miliki, salah satunya Suzuki GSX-R150! kini Suzuki GSX-R150 sudah dilengkapi dengan fitur ABS, PT. Suzuki Indomobil Sales menyatakan kalau pemasangan fitur ABS pada GSX-R150 demi meningkatkan keselamatan berkendara di jalan raya, selau itu fitur ini sangat efektif apabila diaplikasikan pada sepeda motor yang melwati lintasan dan kemudian lintas jalan Indonesia bermacam-macam karakternya.

Teruntuk bung yang suka bermanuver dijalan, Suzuki GSX-R150 yang dibekali mesin Double Over Head Camshft (DOHC) 150 cc semakin mantap dan kondusif dikendarai. Kecanggihan semakin komplit alasannya yakni memliki fitur Keyless Ignition System, sehingga cocok untuk bung yang mendambakan motor sport 150 cc yang stylish, trendy dan safety.